Rusia dan NATO Diambang Perang Darat?

Otan, base en Estonie

© REUTERS/ Ints Kalnins

Kemungkinan konflik bersenjata antara Rusia dan beberapa negara Eropa sekarang sangat tinggi, simpul Laporan Keamanan Munich 2018.

Sementara hubungan antara Rusia dan Uni Eropa tegang, karena latihan militer, ketidakpatuhan terhadap perjanjian kontrol senjata dan penggelaran pasukan di daerah tertentu, pecahnya perang tidak bisa dikesampingkan, menurut Laporan Keamanan Munich 2018.

Menurut laporan “To The Brink – And Back”, situasi saat ini bisa “menyebabkan kemerosotan keamanan lebih lanjut di Eropa”.

“Dalam konteks di mana situasinya konflik, salah perhitungan dan kesalahpahaman bisa mengarah pada konfrontasi militer yang tidak disengaja,” tulis laporan tersebut.

Selain itu, seperti yang ditunjukkan dokumen, situasi di Ukraina juga akan menjadi batu sandungan besar yang dapat meningkatkan ketegangan antara Rusia dan Barat.

Menurut laporan tersebut, beberapa negara Eropa tetap skeptis dalam memperkuat proses integrasi Uni Eropa, dengan Hungaria dan Polandia melakukan konfrontasi langsung dengan Brussels.

Dan, akhir-akhir ini, Jerman, salah satu anggota Uni Eropa yang paling aktif, tidak berpartisipasi dalam perdebatan.

Kutipan dari Laporan ini dipublikasikan pada malam menjelang Konferensi Keamanan Munich yang akan berlangsung dari tanggal 16 sampai 18 Februari.

Pihak berwenang Rusia telah berulang kali menyatakan bahwa Rusia tidak mengancam negara manapun di dunia. Baru-baru ini, Vladimir Putin menunjukkan bahwa negara Rusia tidak berniat untuk melakukan perang pada siapapun namun tetap bertekad untuk mempertahankan kepentingannya dengan cara yang beradab. Menurutnya, ini adalah perluasan NATO dan penempatan perisai pertahanan rudal AS di Eropa yang merupakan ancaman bagi keamanan Rusia dan warganya.

Jumlah pasukan NATO yang ditempatkan di dekat perbatasan Rusia telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu.

“Kami memantau setiap latihan NATO dengan seksama dan mengambil tindakan yang tepat. Dalam lima setengah tahun, kekuatan tindakan prioritas NATO di perbatasan barat Federasi Rusia telah meningkat empat kali lipat menjadi 40.000 personil. Frekuensi operasi pengintaian udara NATO di perbatasan kita telah dikalikan dengan tiga setengah kali, dan frekuensi di laut berlipat dua.Sekutu telah menggandakan intensitas latihan militer di dekat perbatasan kami, “kata menteri tersebut.

Menurut Choïgou, NATO melakukan 282 latihan pada tahun 2014 dan 548 di tahun 2017.

“Lebih dari 30 latihan dilakukan di perbatasan barat Rusia setiap tahunnya. Skenario mereka didasarkan pada konfrontasi bersenjata dengan negara kita, “tambahnya.

You may also like...