Sebuah Desa Kecil di Portugal Membolehkan Anak-Anak Merokok

https://storage.googleapis.com/afs-prod/media/media:0e4ad6ca21a44b0cba81678e7035b668/800.jpeg

Fernando bocah desa kecil di Portugis yang menghebohkan dunia. Twitter

Di sebuah desa kecil di utara negara tersebut, anak-anak diperbolehkan merokok pada kesempatan perayaan Epiphany pada tanggal 6 Januari. Namun reportase Associated Press itu, yang diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, membuat heboh seluruh dunia.

Ini adalah adat lokal yang selama ini menjadi kegembiraan orang-orang Portugis namun hampir tidak pernah dikenal dunia secara luas. Ini adalah cerita rakyat untuk perayaan Epiphany di desa Vale de Salgueiro (500 jiwa), yang terletak di kawasan Trás-os-Montes (secara harfiah, “di balik pegunungan”). Pada hari perayaan itu, anak-anak diijinkan, bahkan didorong, untuk merokok.

Reportase Associated Press itu, yang diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa (bahasa Inggris, Jerman, Spanyol, Arab …) dan diambil oleh beberapa media internasional utama, baru saja mengungkapkan tradisi lokal dataran tinggi Portugis ini. Viralitas bersumber pada foto Fernando, anak berusia 6 tahun, yang menyelipkan rokok di bibirnya.

AP Photos: Kids encouraged to smoke in Portugal at Epiphany celebrations. http://apne.ws/CIm6GsZ 

https://storage.googleapis.com/afs-prod/media/media:0e4ad6ca21a44b0cba81678e7035b668/800.jpeg

AP Photos: Kids encouraged to smoke in Portugal at Epiphany

VALE DE SALGUEIRO, Portugal (AP) — The Epiphany celebrations in the Portuguese village of Vale de Salgueiro feature a tradition that each year causes an outcry among outsiders: Pa

apnews.com

ALE DE SALGUEIRO, Portugal (AP) – Perayaan Epiphany di desa Portugis Vale de Salgueiro menampilkan sebuah tradisi yang setiap tahun menyebabkan protes keras dari luar:

“Tradisi pemberian rokok kepada anak-anak di sebuah desa Portugis menjadi isu global,” tulis harian Portugis Jornal  i. Situs Radio Renascença mencatat bahwa foro ini menjadi perhatian kontroversial di seluruh dunia:

Dalam komentar mereka, para pembaca media dimana berita tersebut terbawa terbagi antara mereka yang menganggap tradisi ini lucu, mereka yang merasa bahwa kita seharusnya tidak menilai budaya orang lain dan orang-orang yang terkejut bahwa kita mempromosikan konsumsi. berbahaya bagi yang termuda.

“Kami tidak tahu persis dari mana tradisi ini berasal,” catat O Jornal Económico. Faktanya tetap bahwa selama beberapa generasi anak-anak Vale de Salgueiro terus merokok setelah “gaiteiros”, para pemain “gaita”, instrumen keluarga bagpipes yang meramaikan perayaan tersebut.

Menurut beberapa media, seperti Vortex Magazine, kebiasaan ini bisa melambangkan melanggar peraturan sehari-hari yang keras atau merupakan emansipasi langsung anak-anak. ini semestinya tidak menarik perhatian media asing seperti Fox News, The New York Times, Chicago Tribune, Sky News, The Sun, The Daily Mail, El País dan masih banyak lagi …

You may also like...