Sebuah Ginjal Mempertemukan Asmara antara Perawat dan Pasien

LCI

Wanita muda itu bekerja di sebuah rumah sakit di Pisa dimana seorang pasien harus pergi secara teratur untuk menjalani sesi cuci darah. Pada tahun 2014, dia memutuskan untuk menawarkan ginjalnya kepada pasien, yang telah dia cintai. Empat tahun kemudian, sepasang kekasih itu akhirnya menikah.

Cinta lebih kuat daripada penyakit. Pasien Italia dengan gagal ginjal akut pergi tiga kali seminggu ke rumah sakit di Pisa, Tuscany, untuk menjalani cuci darah. Dengan janji diangkat, pria itu jatuh cinta pada seorang perawat, dia langsung jatuh cinta. Asmara itu tumbuh pada tahun 2014 – dijaga dalam kerahasiaan yang kuat. “Untuk waktu yang lama, kami berhati-hati untuk tidak menunjukkan perasaan yang menyatukan kami,” kata wanita muda itu kepada La Nazione.

“Saya ingat pada hari pertama saya melihatnya, saya segera merasakan kegelisahannya, kekhawatiran dan keraguannya,” lanjut si perawat rumah sakit itu, yang mengatakan bahwa dia kemudian memeriksakan dirinya untuk menyumbangkan ginjalnya, ternyata cocok 99% dengan pasien.

Berita gembira ini segera dinyatakn dalam keputusan bahwa dengan segera dia akan memberikan sebuah ginjalnya kepada si kekasih. bulan kemudian, pada bulan Juli 2014, transplantasi tersebut sukses. Cukup untuk menyegel cinta kedua sejoli ini, yang akhirnya mengatakan “iya” pada akhir Januari 2018.

You may also like...