Sebuah Video Ramadan Viral Menolak Terorisme

Di klip video Zain ini, lelaki perempuan, dan anak-anak korban serangan bom bunuh diri mencoba meyakinkan seorang lelaki untuk tidak meledakkan diri karena itu bukanlah makna agam aIslam.

Ini sebuah rendez-vous  bagi Zain. Setiap tahun, perusahaan telekomunikasi Kuwait menerbitkan sebuah klip untuk menyambut  awal  Ramadan sembari menyampaikan pesan perdamaian. Tetapi, pada 2017 Zain memilih streaming fim pendek yang di dalamnya para protagonis mencoba meyakinkan seorang lelaki yang dilengkap dengan sabuk bom agar jangan melakukan pembunuhan.

Si teroris yang berjaya itu mengembara ke sebuah kota yang penuh korban bom bunuh diri. Di sebuah bus penuh orang terluka, penonton akan melihat, direproduksi dengan persis, Omran Daqneesh si bocah anak Aleppo menjadi simbol perang di Suriah. Dalam adegan berdebu dan berdarah, si biduan memohon pembom tidak menabur kematian dan mematuhi Allah dan nabi-Nya. Gambar terang kebahagiaan keluarga silih berganti muncul, mendorong manusia bersabuk bahan peledak untuk merenungkan kembali nilai-nilai tersebut dan meninggalkan kekerasan.

 La société de télécommunication Zain a mis en ligne un clip qui célèbre le début du ramadan et condamne le terrorisme.

Klip ini juga menampilkan dua korban yang selamat dari serangan, yang namanya disebut dan dicantumkan pada layar.

Ditayangkan di delapan negara di Afrika dan Timur Tengah, melalui operator seluler, Zain mengklaim lebih dari 45 juta pelanggan. Setiap tahun, videonya adalah harapan Ramadan bahagia telah ditonton lebih dari sejuta orang, sementara di Youtube pelanggannya kurang dari 180 000. Seruannya untuk perdamaian dan antikekerasan apakah mendapatkan gaung? Dalam 24 jam, klip telah diputar hampir 650 000 kali. “Orang menuduh bahwa umat Islam tidak mengutuk terorisme. Ini adalah salah satu jawaban terbaik ,”kata sebuah komentar.

 

You may also like...