Serdadu Israel Divonis 20 Tahun Karena Membunuh Warga Palestina

Koranyogya.com—Setelah berbulan-bulan pengadilan militer memejahijaukan seorang sersan, Israel pun terbelah dalam dua kubu. Pengadilan militer pada hari Rabu kemarin menvonis bersalah karena membunuh seorang warga Palestina. Prajurit keturunan Prancis-Israel ini akan diadili sejak Mai 2016 dengan tuduhan menembak kepala seorang warga yang tergeletak di tanah sedang terluka berat.

Le sergent Elor Azaria, 20 ans, encourt jusqu'à 20 ans de prison.

Sersan Elor Azaria, 20 tahun, divonis hingga 20 tahun kurungan. (Heidi Levine/AP)

Tiga hakim harus berdebat selama beberapa minggu sebelum memutuskan vonis sersan maraton Elor Azaria, 20 tahun, yang terancam hukum kurungan 20 tahun.

Dua kubu berseteru 

Proses peradilan kasus ini, selalu ditonton di saluran televisi Israel, memperlihatkan terjadinya adu pendapat dalam membicarakan kasus Azaria ini, antara kubu yang mendukung tindakan disiplin militer yang kaku dengan mereka yang mendukung si prajurit tidak bersalah telah membunuh musuh.

Prajurit itu direkam pada 24 Maret 2016 oleh seorang aktivis pro-Palestina saat menembak kepala Abdel Fattah al-Sharif  di Hebron Tepi Barat, daerah Palestina yang diduduki oleh militer Israel. Prajurit Azaria yang didukung oleh banyak pihak dalam perdebatan selama berbulan-bulan, menyatakan dirinya tidak bersalah. Dia berpendapat bahwa warga Palestina yang dibunuhnya  menyembunyikan sabuk peledak di balik bajunya, kilah para pengacaranya.

Di sebuah negara yang sedang secara terus menerus menghadapi serangan warga Palestina dan di sebuah negara yang mendudukkan militer adalah institusi terkuat, mendorong ribuan warga Israel berunjuk rasa atau memposting pendapat mereka di medsos untuk kasus prajurit Azaria itu.

You may also like...