Terompet Pak Suratno Menyambut Tahun Baru 2016

Pak Suratno dengan Terompet dagangannya.(KY/AIN)

Pak Suratno dengan Terompet dagangannya.(KY/AIN)

KORANYOGYA- Menjelang pergantian tahun dari 2015 ke tahun 2016 penjual terompet banyak menghiasi pinggiran jalan Jogja. Salah satunya adalah terompet buatan Pak Suratno. Ia menjual terompet buatannya di pinggiran jalan Jendaral Sudirman yang terletak disebelah timur Tugu Jogja.

Menyambut tahun baru memang identik dengan terompet, banyak orang yang memburu terompet untuk ditiupkan pada malam tahun baru 2016 nanti. Salah seorang penjual terompet di Jogja adalah bapak Suratno. Pak suratno menjual terompet berbentuk naga, ada yang ukuran kecil, sedang, dan besar. Ia berjualan disekitaran Tugu Jogja mulai dari jam 08:00 WIB hingga jam 21:00 WIB. Terompet-terompet itu dijualnya dengan harga sekitar Rp15.000,00 sampai Rp30.000,00.

Pak suratno sendiri bukan warga asli jogja, ia datang dari Bulukerto, Wonogiri. Ia berjualan terompet di Jogja sudah sejak ia masih bujang dan belum menikah, sampai saat ini ia sudah mempunyai 5 orang anak. Pak Suratno menjual terompet hanya saat menjelang tahun baru saja. Biasanya ia membuat sekitar 500 terompet tahun baru di Wonogiri dan dibawanya ke Jogja untuk dijajakan di Jogja. Bahan-bahan untuk membuat terompetnya ia dapatkan dari Solo dan dibuat dirumahnya. Ketika berjualan terompet, Pak Suratno tidak pulang kerumahnya, melainkan ia tidur di sekolah SD yang berada di dekat tugu. Ia tidur disana bersama 6 orang penjual terompet lainnya. Mereka juga sudah meminta ijin kepada kepala sekolah SD tersebut sehingga mereka diijinkan untuk bermalam di SD itu.

Keseharian Pak Suratno saat tidak berjualan terompet adalah sebagai pengrajin sapu, sulak, dan juga keset. Barang-barang tersebut kemudian di jual di Ponorogo Jawa Timur. Namun jika menjelang tahun baru seperti ini, ia memilih untuk berjualan terompet tahun baru di Jogja. (LMO)

You may also like...