Tinggal di Luar Negeri Untuk Lebih Mengenali Diri

Hasil gambar untuk bajindul gaes

Pseudonim Bajindul sangat viral di dunia maya sebagai ekspatriat karena di kancah internasional dia tetap emperlakukan dirinya sebagai orang lokal. Twitter

Ramainya anak-anak muda Indonesia yang tinggal di luar negeri untuk bekerja, tidak saja menguntungkan bagi negerinya. Lantaran dengan menjadi ekspatriat, seseorang akan jauh lebih mencintai negerinya. Tetapi, dalam penelitian, tinggal di luar negeri justru membangun kepribadian yang mungkin tidak akan atau lambat tumbuhnya ketika dia bertahan tinggal di negerinya saja.

Menurut sebuah penelitian di Amerika, tinggal di luar negeri meningkatkan kesadaran diri. Dan semakin lama menjadi ekspatriat, semakin baik kita memahami diri kita sendiri.

Di Amerika Serikat, para peneliti dari beberapa universitas besar telah menganalisis dampak yang mungkin ditimbulkan oleh seseorang yang tinggal di luar negeri. Hasil: Tinggal di negara lain memungkinkan untuk mengetahui lebih banyak tentang kepribadiannya.

Penjelasannya sederhana. Menurut situs American Science Daily yang mengambil studi tersebut, ekspatriat umumnya membandingkan kebiasaan negara mereka dengan negara asal mereka. Tetapi observasi jenis ini membantu mereka untuk membedakan “norma dan nilai yang menentukan siapa mereka dari yang hanya mencerminkan pendidikan dan budaya mereka”.

Para ilmuwan juga menunjukkan bahwa lama tinggal di luar negeri menyebabkan lebih banyak pemikiran daripada perjalanan singkat. Mengunjungi sejumlah besar negara tanpa lama tinggal di sana berdampak kecil pada pemahaman diri.

Ekspatriasi menawarkan banyak keuntungan, termasuk pemahaman yang lebih baik tentang selera dan temperamen pribadi, seperti yang dicatat oleh Science Daily:

Hal ini dapat berkisar dari rasa puas setiap hari hingga kehidupan yang kurang stres, melalui kinerja kerja yang lebih baik atau kemudahan memilih karir yang lebih besar sesuai dengan nilai-nilai diri sendiri. “

Situs ini mengklaim bahwa penemuan semacam itu berguna untuk memahami perilaku ekspatriat di tempat kerja. Perusahaan harus mempertimbangkan informasi ini ketika mereka “merekrut bakat asing”.

Untuk melaksanakan studi mereka, para peneliti mewawancarai lebih dari 1.800 peserta, melalui kuesioner online dan wawancara di Amerika Serikat. Tidak semua peserta tinggal di luar negeri.

You may also like...