Tradisi Long March SMA Kolese De Britto

Koranyogya.com—Ada beragam cara yang dilakukan oleh siswa-siswa SMA setelah pengumuman kelulusan dilakukan, ada yang corat-coret seragam, konvoi menggunakan kendaraan bermtor di jalan-jalan perkotaan, berpesta hingga melakukan aksi bakti sosial di panti asuhan.

Namun berbeda halnya yang dilakukan oleh salah satu sekolah swasta di Yogyakarta yakni SMA Kolese De Britto. Sekolah yang terkenal dengan pendidikan bebasnya, siswa-siswa yang berambut gondrong dan pakaian bebas ketika bersekolah, memiliki tradisi unik nan berbudaya dalam merayakan kelulusan setiap tahunnya. Ya, mereka melakukan long march ke Tugu Pal Putih. Tugu yang menjadi simbol kota Jogja dan tepat berada di perempatan Jalan Sudirman ini selalu menjadi tujuan siswa De Britto tiap tahunnya. Sekolah yang berada di Jalan Laksda Adisucipto 161 ini selalu melakukan kegiatan ini setiap tahunnya.

            Kegiatan ini dilakukan setelah pengumuman kelulusan yang dilakukan oleh sekolah, kemudian siswa-siswa berkumpul di gerbang selatan dan bersama- sam berjalan beriringan menuju Tugu. Di setiap tahunnya beragam aksi yang dilakukan ketika melakukan long march, ada yang membawa bendera Indonesia dan De Britto, menuntun kendaraan mereka  seperti vespa dan motor, hingga berdandan unuk yang menarik perhatian orang. Jarak yang ditempuh dari JB (julukan SMA Kolese de Britto) menuju Tugu Pal Putih kira-kira sejauh 4 kilometer, namun hal ini tidak menyurutkan semangat para siswa untuk tetap berjalan sebagai bentuk syukur mereka. Sepanjang perjalanan selalu dihiasi dengan tawa dan canda dari para siswanya, tidak jarang para siswa bertegur sapa dengan orang-orang yang mereka jumpai di sepanjang jalan.

Dalam beberapa kesempatan saat melakukan tradisi ini, beberapa siswa menuturkan bahwa perjalanan yang mereka tempuh dalam long march ini merupakan gambaran perjalanan hidup mereka, jalan yang ditempuh tidak selalu mudah dan selalu ada tantangan dan rintangannya. Selain itu aksi longmarch ini juga merupakan salah satu bentuk syukur dari siswa-siswa JB yang berhasil menuntaskan studi di SMA, karena sejak dulu untuk lulus dari SMA ini terbilang sulit. Maka dari itu dipilihlah cara ini untuk meluapkan kegembiraan dan sukacita. Long march ini juga diibaratkan ‘laku prihatin’ dari para siswa, bahwa perjalanan untuk meraih masa depan masih sangatlah panjang dan akan ada banyak tantangan menanti.

Biasanya ketika tiba di Tugu Pal Putih, para siswa De Britto akan membentuk barisan dan berfoto bersama di depan Tugu. Namun sebelum itu mereka akan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars De Britto, hal ini menunjukan pengabdian mereka bagi bangsanya dan almamaternya. Bahkan ada kutipan unik dan  menggungah dari SMA ini yang selalu dibawa oleh setiap siswanya kemanapun, “ Terbanglah Bebas, Tapi Ingat Engkau Pernah Hidup Dari Sangkar Yang Sama.” Itulah kutipan yang mungkin bermaksud bahwa siswa De Britto ingin selalu bersatu dan guyub meskipun kelak akan berada di tempat yang berbeda-beda. (PL)

You may also like...

4 Responses

  1. 08/12/2017

    … [Trackback]

    […] Find More here|Find More|Read More Infos here|There you will find 231 more Infos|Infos to that Topic: koranyogya.com/tradisi-long-march-sma-kolese-de-britto/ […]

  2. 14/12/2017

    … [Trackback]

    […] Find More here|Find More|Find More Informations here|Here you will find 6310 additional Informations|Informations to that Topic: koranyogya.com/tradisi-long-march-sma-kolese-de-britto/ […]

  3. 16/12/2017

    … [Trackback]

    […] Read More on|Read More|Read More Infos here|There you can find 73798 more Infos|Informations on that Topic: koranyogya.com/tradisi-long-march-sma-kolese-de-britto/ […]

  4. 12/01/2018

    … [Trackback]

    […] Find More here|Find More|Read More Infos here|Here you can find 24398 more Infos|Informations to that Topic: koranyogya.com/tradisi-long-march-sma-kolese-de-britto/ […]