Vihara Ratanavana Arama, Sejarah Hidup Sang Budha Sidharta Gautama

Patung Buddha

Patung Buddha

Koran Yogya — Vihara Ratanavana Arama terletak di desa Sendangcoyo, kecamatan Lasem, kabupaten Rembang, Jawa tengah dan berada di daerah perbukitan dengan jumlah penduduk yang tergolong sedikit. Dipilihnya Lasem sebagai tempat di bangunnya vihara karena Lasem merupakan salah satu titik perkembangan Agama Buddha di Indonesia sejak zaman Majapahit. Vihara yang di bangun oleh Banthe Sudhammo di atas tanah seluas 6 hektar ini memiliki berbagai macam rangkaian  patung sang Buddha Sidharta Gautama dari lahir hingga wafat.

Terdapat beberapa bangunan untuk sembahyang salah satunya adalah bangunan berupa joglo besar dengan tiang-tiang besar dari kayu jati . Sebagai tempat peribadahan bagi umat Budha, vihara ini juga sebagai wisata sejarah khususnya sejarah sang Buddha Sidharta Gautama. Vihara ini memiliki 5 situs tentang perjalanan hidup sang Buddha,mulai dari situs pertama hingga ke lima. Karena kontur tanah yang tidak rata,untuk menjajaki berbagai situs di vihara ini harus melewati beberapa anak tangga.

Situs pertama merupakan awal mula Sidharta Gautama di lahirkan oleh Dewi Mahamaya. Di situs tersebut terdapat sebuah taman yang asri lengkap dengan patung  Sidharta Gautama beserta ibunya,gajah putih, ular naga raksasa sepanjang 25 meter dan tujuh bunga teratai. Sedikit menaiki beberapa anak tangga kita akan tiba di situs kedua, pada situs kedua ini bercerita tentang Sidharta Gautama yang bersemedi selama 6 tahun di hutan Uruvela India. Terdapat patung Sidharta Gautama setinggi 3 meter sedang duduk di bawah pohon beringin dengan badan terlihat kurus kering. Situs ketiga bercerita tentang Sidharta Gautama sudah menemukan tujuh langkah mencapai kesempurnaan hidup. Terdapat patung Sidharta berdiri di atas bunga teratai dengan tangan kanan di angkat setinggi dada dan telapak tangan menghadap ke depan. Terdapat pula beberapa pahatan tulisan tentang ajaran utama Sidharta Gautama.  Di situs ke empat bercerita tentang Sidharta Gautama telah menjadi Buddha Gautama. Terdapat patung sang Buddha sedang duduk di atas bunga teratai dan sedang menyampaikan ajarannya kepada beberapa muridnya di Taman Rusa Isipatana India serta terdapat beberapa patung rusa. Pada situs lima bercerita tentang sang budha telah meninggal dunia dengan sempurna . Terdapat patung Buddha tidur sepanjang 14 meter  dengan posisi tidur miring kekanan dan tangan kanan di lipat ke depan wajahnya dan menghadap ke selatan. Patung budha tidur ini merupakan salah satu patung budha tidur terbesar di Indonesia.

Yang menarik dari vihara ini karena terdapat patung Budha tidur yang sangat besar, karena tidak semua vihara memiliki patung tersebut. Selain bercerita tentang perjalanan hidup sang Budha, di sini juga terdapat sebuah candi Sudhammo Mahathera mirip candi Borobudhur yang merupakan tempat peristirahatan terakhir pendiri vihara ini, karena beliau semasa hidupnya ingin membangun miniatur candi Borobudur. Serta terdapat sebuah kapal beserta kolam ikan yang di dalamnya terdapat patung besar sebagai nahkoda.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Berbagai kegiatan dan perayaan keagamaan sering di lakukan disini seperti doa bersama ataupun yang lainnya. Tempat ini juga sering di datangi ribuan biksu dari berbagai wilayah.  Bagi pengunjung kalangan umum, untuk dapat berkunjung disini melalui faktor keberuntungan. Karena gerbang vihara lebih sering di tutup dan pihak vihara mulai memperketat tamu yang datang agar vihara ini tidak di salah gunakan. ( MWF )

You may also like...