Kaset pita dan Piringan Hitam, Kembali Diburu Para Penggila Musik

 Koranyogya.com—Dunia musik memang tidak ada matinya. Begitu juga dengan musik itu sendiri, seiring dengan perkembangan zaman, musik juga terus berkembang, dari mulai genre, teknologi rekaman, dll. Walau begitu, bukan berarti musik dan lagu lama hilang ditelan zaman, musik dan lagu lama akan terus abadi bersama pengikut alirannya. Seperti contohnya, The beatles, Elvis Presley, Rolling Stones, Frank Sinatra, Nat King Cole, mereka adalah musisi legendaris yang masih memiliki banyak penggemar sampai sekarang.

Cassette storeday Jakarta (KY-Nadine)

Hanya saja sekarang media penyajian musik sudah berbeda dibanding zaman dahulu. Dulu berawal dari piringan hitam, kaset pita, CD, sampai rekaman digital. Namun di era yang serba modern ini, dimana masyarakat bisa dengan mudahnya mendowload lagu secara gratis dalam bentuk digital, masih banyak juga orang yang berburu rekaman fisik. Penggila musik akan terus berburu rekaman fisik, dalam bentuk  CD, kaset maupun piringan hitam. Walaupun sekarang kaset pita dan piringan hitam sedang menjadi trend lagi.

Siapa yang tidak kenal dengan kaset pita? Generasi 70-90an tentu saja sudah pernah merasakan hari-harinya ditemani oleh alunan musik dari kaset pita yang terpasang di sebuah radio tua. Namun, sejak pertengahan tahun 90-an, kaset pita mengalami akhir dari kejayaannya setelah akhirnya masuklah Compact Disk (CD) ke Indonesia yang masih digunakan sampai sekarang. Begitu juga dengan vinyl, generasi 50-70an pasti sudah pernah merasakannya.

Sekelompok orang beranggapan bahwa mendengarkan lagu dengan kaset pita ataupun piringan hitam memberikan emosi dan rasa yang berbeda pada pendengarnya walaupun kaset dan vinyl tidak akan meberikan suara sejernih CD.

Seperti kata sutradara Wim Wenders, “Jangan habiskan uangmu untuk terapi, lebih baik gunakan untuk membeli album”. Wim adalah penggemar berat piringan hitam. Pernyataannya ini  mewakili perasaan jutaan penggemar vinyl yang mendapatkan sensasi berbeda dengan memutar piringan hitam.

Pasar loak Jalan Surabaya, Jakarta (KY-Nadine)

Setelah sebelumnya vinyl atau yang biasa disebut piringan hitam sempat booming kembali di kalangan pencinta musik jadul, yang berhasil membuat gramophone, turntable, atau sebuah perangkat untuk mendengarkan piringan hitam menjadi banyak lagi diburu orang, tidak hanya kolektor tapi juga anak muda pencinta musik. Sekarang giliran kaset pita lah yang kembali diburu.

“Dengerin lagu dari kaset tuh enak banget, ada kresek-kreseknya gitu. Justru itu yang bikin suasana hati jadi beda. Serasa balik lagi ke masa lalu.” Ujar Aldis, seorang mahasiswa UI yang gemar mengoleksi kaset pita.       Aldis sendiri mengaku bahwa dia memilih mengoleksi kaset pita daripada vinyl karena harga lebih terjangkau untuk kantong mahasiswa. Selain koleksi kaset pita, Ia juga mengoleksi radio tua dan Walkman. Biasanya Ia berburu kaset pita bekas di pasar loak, dan mendapatkan harga sekitar Rp.5.000 –  Rp.10.000.

Maraknya perburuan kaset pita dan vinyl juga terbukti jelas pada acara Record Store Day (RSD) yang diadakan setahun sekali sejak tahun 2011. Acara ini adalah perayaan rekaman fisik dimana ribuan penggila music datang berburu rekaman fisik band kesukaannya.

Antusiasme masyarakat berburu rekaman fisik terus meningkat tiap tahunnya dalam acara RSD sehingga banyak band akhirnya merilis album baru dan lamanya dalam kemasan fisik (terutama versi kaset dan piringan hitam) spesial untuk perayaan RSD. Jika pada awalnya RSD hanya berlangsung di Jakarta, pelan-pelan kota lain juga ikut menyelenggarakan acara serupa. Semarak RSD yang berlangsung tahun ini merambah sampai ke 20 kota.

Tidak sedikit orang yang beralih dari piringan hitam ke kaset pita karena harga kaset pita tergolong jauh lebih murah dibandingkan dengan piringan hitam. Piringan hitam band lokal biasanya memiliki harga yang jauh lebih mahal, malah ada beberapa band yang mematok harga sampai 1 juta. Hal ini disebabkan karena  ketiadaan pabrik vinyl di Indonesia sehingga harganya sangat mahal dibanding negara lain.

Nadine Demetria

You may also like...