Menengok Perjalanan Kaligrafi Kontemporer dan Masa Depan Agus Baqul Purnomo

KORAN YOGYA—-Diadakan di Bentara Budaya Yogyakarta, pameran bertajuk Transit ini menampilkan beberapa karya dari seniman Agus ‘Baqul’ Purnomo, seorang perupa yang menggeluti wilayah kaligrafi kontemporer sebagai fokusnya dalam berkarya.

2015-11-01 13.54.35

Perjalanan sebuah karya kerapnya harus ‘escale’ atawa transit untuk meneguk energi baru (Lia)

Nama Transit dipilih karena pameran tunggal ini mengartikan bahwa ia telah melakukan perjalanan panjang sebagai seniman sejak tahun 2005 hingga sekarang dan setelah ini masih ada jalan panjang lagi bagi Agus Baqul Purnomo dalam berkarya.  Pameran yang akan berakhir pada tanggal 3 November ini menampilkan karya pilihan dari tahun 2005 hingga 2015. Dengan media kanvas dan cat akrilik, karya-karya Agus Baqul Purnomo terlihat memeriahkan ruangan pameran.

Karya Agus Baqul Purnomo saat ini adalah hasil dari ketekunannya dalam mengeksplorasi komposisi maupun teknik dari lukisan abstrak yang dipilihnya sebagai karya untuk pameran Tugas Akhir di tahun 2005, juga sebuah pengalaman tak mengenakkan ketika berbelanja di sebuah supermarket yang melahirkan sebuah lukisan berjudul Akhir Bulan yang Bodoh di tahun 2007. Di lukisan tersebut ia menggoreskan berbagai warna di kanvas secara acak dan mengungkapkan emosinya dengan menulis angka-angka saling bertumpang tindih.

Yang menarik dari pameran ini adalah bagaimana kaligrafi tulisan Arab yang biasanya terlihat sangat geometris diberi sentuhan segar dari tangan ajaib Agus Baqul Purnomo. Tulisan ayat-ayat Al-Quran seperti surat Al-Fatihah terlihat keluar pakemnya, karena ditulis bertumpuk dengan menggunakan garis spontan.

Namun yang perlu digaris bawahi, walaupun keluar dari pakemnya, Agus Baqul Purnomo memastikan ia menulis ayat tersebut dengan hati-hati, tidak ada tanda baca yang terlewat. Karena bagaimanapun juga, seniman yang aktif mengikuti kegiatan berbau agama sejak kecil ini meyakini, bahwa Al-Quran merupakan teks dari Al-Kholiq dan sebagai manusia, ia bertugas untuk menyampaikan secara tepat informasi yang ada di dalam teks tersebut, tidak boleh mengurangi atau menambahkan walaupun untuk alasan estetika sekalipun. (Ardelia Karisa)

You may also like...