Pasar Godean Menjual Angsa Galak Pengganti Anjing Penjaga

KORAN YOGYA—Di Yogyakarta yang sangat kental dengan kebudayaan Jawa-nya, pasar yang buka hanya pada hari-hari berdasarkan weton tertentu masih bisa dijumpai. Seperti Pasar Godean yang terletak di Jalan Godean kilometer 9, Godean, Sidoagung ini. Layaknya pasar pada umumnya, setiap hari Pasar Godean ramai dengan pengunjung yang ingin berbelanja untuk kebutuhan makan sehari-hari, namun Pasar Godean akan semakin ramai jika hari pon tiba.

Lantaran galak dan bisa menyosor pengunjung, angsa penjaga itu dikurung (koranyogya.com/lia)

Lantaran galak dan bisa menyosor pengunjung, angsa penjaga itu dikurung (koranyogya.com/lia)

Seperti pada Jumat, 16 Oktober 2015 lalu, aktivitas pasar pada pukul enam pagi terlihat di setiap sudut Pasar Godean. Tak ada kesibukan yang terlihat berbeda pagi hari itu, namun yang terlihat mencolok adalah keberadaan hewan-hewan seperti angsa, bebek, kelinci, burung, yang sangat banyak dijual. Memasuki gapura Pedukuhan Godean IV, disitulah kumpulan para penjual hewan tersebut berkumpul.

Beberapa orang penjual ditanya apakah mereka berjualan hanya pada hari pon saja, mereka menjawab iya. Mereka berjualan hewan-hewan untuk dipelihara tersebut pada hari pon di Pasar Godean, kemudian pada hari legi, kliwon, mereka berpindah ke pasar lainnya.

Jual angsa galak

Unggas dan kelinci merupakan hewan yang terlihat banyak diperdagangkan di Pasar Pon Godean. Jika ayam, bebek, burung dan kelinci bisa ditemukan diperjualbelikan di pasar reguler yang buka setiap hari, maka tidak dengan angsa. Penasaran untuk apa angsa itu dijual, seorang pedagang dan pengunjungnya kompak mengatakan angsa tersebut biasanya dibeli bukan untuk dikonsumsi, melainkan untuk dipelihara sebagai ternak atau menggantikan posisi anjing untuk menjaga rumah karena angsa terkenal ‘galak’.

Sayangnya, karena hari itu hari Jumat, pengunjung tidak membludak seperti saat hari pon jatuh pada hari Minggu. “Ramainya nanti jam delapan, Mbak,” begitu ungkap beberapa pedagang ketika ditanyakan kenapa suasana pasar tidak seramai yang dibayangkan. Walaupun begitu pasar yang luasnya hingga 9000 meter persegi tersebut tetap saja ramai dipenuhi pengunjung, baik yang membeli hewan-hewan tersebut maupun sayur mayur dan kebutuhan memasak lain yang dijajakan tak jauh dari lapak-lapak pedagang yang hanya muncul pada hari pon tersebut. (Ardelia Karisa)

You may also like...